Pages

Jumat, 12 Februari 2016

Batagor - Siomay BANDUNG

Kalian tahu, ndak.. Salah satu jajanan khas dari kota Bandung itu adalah Batagor. BaTaGor alias kepanjangannya BAso TAhu GOReng ini memiliki bahan dasar yang sama dengan SIOMAY yaitu Ikan Tenggiri. 



Dulu, Batagor itu merupakan campuran antara baso dan tahu dan diolah dengan cara dikukus. Kemudian, seiring berjalannya waktu... akhirnya Batagor diolah dengan cara digoreng supaya disajikannya itu dengan cara cepat dah, sebagaimana yang kita kenal “Baso Tahu GORENG”. Biasanya, para penjual Batagor sangat sering kita temukan yang juga menjual Siomay, sebagai teman dari si Batagor entuuuhh...

Nah, siomay itu juga merupakan jajanan khas dari Bandung dengan bahan dasar umumnya adalah ikan tenggiri namun semakin berkembangnya juga ide-ide dalam mengkreasikan makanan, maka bahan dasarnya bisa juga digunakan udang dan sebagainya, kemudian dibungkus dengan kulit pangsit. Lalu dikukus. Tapi ada juga siomay yang digoreng.

Hanya saja, perbedaannya itu terletak pada bentuk, rasa dan teksturnya. Kalau Batagor itu digoreng sedangkan Siomay itu dikukus. Dari segi bentuknya, seperti ini bedanya..

Batagor
Siomay

Sementara dari segi rasa, kayaknya kalian lebih tahu rasanya setelah kalian coba. Hihihihi.. soalnya ana bukan ahlinya mendeskripsikan rasa makanan kayak di program-program kuliner yang ada di TV itu loh… (hmm.. rasanya itu gurih. Krenyesnya enak banget..) atau yang kayak di iklan (hmmm.. kayak ada manis-manisnya gituh.. – iklan air le minerale). Hahahaha

Nah, adapun bumbu khas dari si Batagor dan si Siomaynya sebagai pelengkap yang paling nikmat yakni Bumbu Kacang. Apalagi jika bumbu kacangnya dicampur juga dengan sambal pedas. Wew, gimana enaknya itu .......

Sudah beberapa bulan juga ane tidak makan batagor-siomay (actually, I prefer Batagor to Siomay). Jadi, setelah menunggu dosen waliku di kantornya untuk menyerahkan data nilai semester 3 sekaligus minta tandatangan beliau, pada akhirnya pun ane tidak mendapatkan apapun di sana. Hanya menunggu yang tak pasti. Perut juga sudah keroncongan, akhirnya ane putuskan untuk pulang sajalah. Pasrah guee! Tapi berhubung sudah terlalu lapar, singgah dah gue di gerobak penjual batagor-siomay. “Mas… pesan 1 batagornya.. yang pedas ya, mas!!” Singkat cerita, gue beli… gue kasih uangnya… gue ucapin makasih sama penjualnya… gue pulang… gue makan… gue kenyang…


But, by the way… baru kali ini ane beli makanan tapi malah dapat banyak pertanyaan dari si penjualnya dengan bahasa sopannya.
Penjual : “mau pesan berapa?”
Me : “pesan 1 saja, mas”
Penjual : “mau makan di sini atau bungkus?”
Me : “dibungkus, mas”
Penjual : “pakai pare atau ndak?”
Me : “hmm.. ndak usah, mas”
Penjual : “pilih tahu gorengnya atau siomay semua? Soalnya batagornya sudah habis. Belum sempat saya buat lagi”
Me : “Tahu-nya saja, mas”
Penjual : “Sambalnya mau dipisah atau langsung campur saja?”
Me : “Langsung campur saja, mas”.
Penjual : “Sambalnya kasih pedas skali atau medium aja, mbak?”

Me : “pedas semua saja, mas” -____-‘

RESEP MEMBUAT BATAGOR-SIOMAY KHAS BANDUNG
Silahkan lihat di situs ini :
http://tips-cara.info/batagor-siomay-ikan-bandung-resep-membuat/ "

2 komentar:

Imad Fr mengatakan...

nalucu mas batagornya hehehe

Khaeranah Rauf mengatakan...

yyaoiiii, bro.
yang jual batagor ini dekat Lapangan WalKot.
Silahkan mampir dibeli, om Imaaadd.. (y)

Posting Komentar